Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Hipertensi Pada Remaja Di Sekolah Menengah Kejuruan
DOI:
https://doi.org/10.33475/mhjns.v7i2.969Keywords:
Pola Makan, Hipertensi, RemajaAbstract
Abstrak
Latar Belakang: Hipertensi tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga mulai ditemukan pada remaja. Salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya hipertensi pada remaja adalah pola makan. Pola makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi lemak dan natrium serta rendahnya asupan buah dan sayur, dapat memengaruhi keseimbangan cairan dan tekanan darah dalam tubuh, sehingga meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Tujuan: Mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMK Kartika. Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan Cross-sectional. Penelitian ini juga menggunakan metode kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner Food Frequency Questionnaire (FFQ) dan pengukuran tekanan darah yang dilakukan pada 59 responden. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Somers’d. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMK Kartika dengan nilai Somers’D sebesar 0,401 dan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,000 (<0,05), yang menunjukkan hubungan bermakna dengan kekuatan sedang dan arah positif. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pola makan dengan kejadian hipertensi pada remaja di SMK Kartika, dimana semakin tidak sehat pola makan maka semakin tinggi risiko peningkatan tekanan darah.




