Media Husada Journal Of Nursing Science https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;"><strong>MHJNS</strong> is a nursing and health journal published by the Nursing Program of Widyagama Husada Health Science Institute. The journal receives manuscripts from research and literature studies in the fields of nursing and health including basic nursing science, fundamental nursing, child nursing, maternity nursing, medical surgical nursing, emergency nursing, critical nursing, disaster nursing, mental health nursing, nursing management, community nursing, gerontic and family, and health research. </p> <p style="margin: 0cm; margin-bottom: .0001pt; text-align: justify; line-height: 150%;">The writings can be published in this journal can be shaped in article, research reports, case study, and scientific papers. Published every 2 (twice) times a year, every April and November.</p> LPPMK STIKES Widyagama Husada en-US Media Husada Journal Of Nursing Science 2747-1136 PENGARUH PERAN PERAWAT SEBAGAI EDUKATOR TERHADAP KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/50 <p>Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang dapat menyebabkan kematian. Penyakit ini sebagai <em>the silent disease</em> karena penderita tidak mengetahui dirinya mengidap hipertensi. Salah satu syarat mutlak untuk dapat mencapai efektivitas terapi dan meningkatkan kualitas hidup pasien adalah kepatuhan, sedangkan ketidakpatuhan pasien dalam mengonsumsi obat merupakan salah satu faktor utama penyebab kegagalan terapi. Peran perawat sebagai edukator &nbsp;membantu pasien meningkatkan pengetahuan tentang perawatan dan tindakan medis sehingga pasien mendapatkan informasi untuk meningkatakan kepatuhan obat terhadap hipertensi. Tujuan dalam penelitian ini adalah menganalisa pengaruh peran perawat sebagai edukator terhadap kepatuhan minum obat pada pasien hipertensi. Metode penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross-sectional </em>yang dilakukan pada 60 responden penderita hipertensi di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan instrument berupa kuesioner peran perawat dan kepatuhan minum obat yang kemudian di uji menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian ini antara peran perawat dengan kepatuhan minum obat pada pasien dengan hipertensi adalah (p=0,000) dimana hasil di bawah 0,005. Dari 60 responden 34 orang yang memilih peran perawat baik dengan tingkat kepatuhan sedang (71,7%) dan kapatuhan tinggi (11,7%). Sedangkan peran perawat buruk sebanyak 26 orang dengan kepatuhan rendah (16,7%). Dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh antara peran perawat sebagai edukator dengan kepatuhan minum obat. maka semakin baik peran perawat sebagai edukator semakin patuh pasien dalam minum obat.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: Hipertensi; Peran perawat sebagai edukator; kepatuhan minum obat .</p> <p><br><br><br><br></p> erni djibu Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 47 53 10.33475/mhjns.v2i2.50 MANAJEMEN KEBIDANAN KOMPHREHENSIF PADA MULTIPARA DENGAN RIWAYAT PERDARAHAN DI ERA PANDEMI COVID-19 https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/54 <p>Program pembangunan kesehatan di Indonesia masih diprioritaskan pada upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. AKI dan AKB menjadi indikator pertama dalam menentukan derajat kesehatan ibu dan bayi, karena merupakan cerminan dari status kesehatan ibu dan bayi saat ini. Perdarahan menjadi salah satu faktor resiko pemicu AKI dan AKB yang perlu penanganan segera agar tidak terjadi komplikasi pada proses selanjutnya. Pemberian asuhan secara komprehensif kepada ibu hamil sampai dengan proses selanjutnya merupakan salah satu solusi untuk mencegah komplikasi akibat perdarahan terutama pada era pandemi covid ini. Tujuan studi kasus ini ialah memberikan asuhan secara continuity of care dan mendeskripsikannya sejak kehamilan hingga pelayanan keluarga berencana agar tidak terjadi komplikasi akibat faktor resiko perdarahan. Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan subjek Ny’A” usia 24 tahun sejak Februari sampai Juli 2021. Hasil studi kasus bahwa kehamilan berlangsung fisiologis dan berakhir UK 39 minggu 5 hari. Persalinan normal pervaginam, kala I berlangsung ±4 jam, kala II ± 15 menit, kala III ± 30 menit dan kala IV ± 2 jam, tidak ada laserasi jalan lahir. Bayi lahir langsung menangis, jenis kelamin perempuan, berat badan 2700 gram, panjang badan 48 cm, bayi dalam keadaan normal terlihat dari tanda-tanda vital dan tidak ditemukan tanda-tanda infeksi. Masa nifas berlangsung baik, involusi uteri dan laktasi berjalan lancar. Kontrasepsi yang digunakan adalah kondom sebagai kontrasepsi sementara sebelum nanti menggunakan KB suntik 3 bulan. Dapat disimpulkan bahwa meskipun terdapat faktor resiko perdarahan, akan tetapi proses kehamilan, persalinan, nifas sampai dengan KB berjalan fisiologis, hal ini karena asuhan komprehensif yang dilakukan tepat sehingga tidak terjadi komplikasi.</p> Febriana Arianti Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 62 71 10.33475/mhjns.v2i2.54 HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP KELUARGA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/40 <p>Penyakit tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis. Pengetahuan, sikap dan perilaku pencegahan penularan tuberkulosis sangat dibutuhkan di lingkungan keluarga untuk mencegahan penularan TBC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan sikap keluarga dengan perilaku pencegahan penularan penyakit TBC. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling dengan jumlah sampel penelitian 30 responden. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap dan perilaku. Uji statistik Spearman rank antara tingkat pengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan penularan TBC diperoleh (p=0,051, r=-0,359). Sikap keluarga dengan perilaku pencegahan penyakit TBC diperoleh nilai (p=0,000, r=0,688). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan keluarga dengan perilaku pencegahan penularan penyakit TBC dengan nilai (p=0,051, r=-0,359). Terdapat hubungan yang bermakna antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan penyakit tuberkulosis dengan nilai (p=0,000, r=0,688)</p> Margaretha Pati Kaka Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 6 12 10.33475/mhjns.v2i2.40 HUBUNGAN KEPATUHAN KONSUMSI OBAT TERHADAP KUALITAS HIDUP PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYERTA DIABETES MELLITUS https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/46 <p>Hipertensi yang disertai penyakit penyerta atau komorbid merupakan penyebab kematian yang tinggi di dunia. Penyakit yang sering menyertai pada hipertensi adalah diabetes mellitus. Kedua penyakit tersebut merupakan penyakit kronik yang tidak dapat disembuhkan dan membutuhkan pengobatan selama seumur hidup. Pada penderita hipertensi yang disertai dengan diabetes mellitus dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatannya, untuk itu dibutuhkan kepatuhan dalam menjalani pengobatan agar dapat meminimalisir dampak yang ditimbulkan sehingga dapat mempengaruhi pada kualitas hidup penderita.&nbsp; Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara kepatuhan konsumsi antihipertensi dengan kualitas hidup penderita hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional </em>yang dilakukan pada 65 responden penderita hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan instrumen penelitian berupa kuesioner kepatuhan dan kuesioner kualitas hidup yang kemudian di uji menggunakan SPSS dengan jenis uji kendall’s tau-b. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara kepatuhan konsumsi obat antihipertensi dengan kualitas hidup pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus (p=0,000). Dari 65 responden, 8 orang (12,3%) dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup rendah, 2 orang (5,9%) dengan tingkat kepatuhan rendah memiliki kualitas hidup sedang, 32 orang (49,2%) dengan kepatuhan sedang memiliki kualitas hidup sedang dan 23 orang (35,4%) dengan kepatuhan tinggi memiliki kualitas hidup yang tinggi. Dapat disimpulkan bahwa semakin patuh seseorang dalam mengkonsumsi obat antihipertensi maka dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup.</p> Fifi Ratna Wati Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 28 34 10.33475/mhjns.v2i2.46 MANAJEMEN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PRIMIGRAVIDA DENGAN ZTATUS GIZI KURANG DI MASA PANDEMI COVID-19 https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/51 <p><em>According to the IDHS, the MMR in 2018 has decreased but is still quite high. The high MMR indicates that the health status in Indonesia is still not good. One of the factors causing AKI and IMR is pregnancy in mothers with poor nutritional status. Poor nutritional status will cause babies to be born with LBW so that the potential for death is higher. Efforts and steps for handling this strategy are to carry out comprehensive midwifery care for mothers starting from pregnancy, childbirth, postpartum, newborns and family planning (KB). Appropriate care related to the fulfillment of nutrition for pregnant women will have a positive impact on the delivery process, postpartum and BBL. The aim is to provide comprehensive care and to observe the results of the process of pregnancy, childbirth, postpartum, low birth weight and family planning to mothers with poor nutritional status. The case study uses a descriptive observational method. The study was carried out at PMB Ngadillah Asrikaton Pakis with the subject of the case study being Mrs. A, carried out from March to July 2021. The results showed that pregnancy had problems with poor nutritional status (BMI &lt;18), but pregnancy progressed normally, increasing maternal weight during pregnancy. pregnant is 15 kg. The delivery took place normally vaginally with the duration of the 1st stage being 6 hours, the baby was born 12 minutes after complete dilatation, the placenta was born complete with approximately 6 minutes and 2nd degree laceration. The involution was normal, the baby was healthy and given exclusive breastfeeding. Infants are not given formula milk or other complementary foods. Injectable contraception is the choice of contraception, there are side effects of weight loss due to disruption of rest patterns. It can be concluded that comprehensive midwifery care has a positive impact on pregnancy with poor nutritional status by optimizing appropriate intake and nutrition</em><em>.</em></p> Yuliana Fransiska Dapa Yuliana Fransiska Dapa Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 72 80 10.33475/mhjns.v2i2.51 HUBUNGAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP ADAPTASI STRESS ISTRI TNI-AD SAAT SUAMINYA BERTUGAS DI DAERAH RAWAN KONFLIK https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/41 <p><strong>Yasin, Erna. 2020. <em>Hubungan Dukungan Sosial Terhadap Adaptasi Stress Istri TNI AD Saat Suaminya Bertugas Di Daerah Rawan Konflik.</em> Skripsi. Program Studi Pendidikan Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Widyagama Husada Malang. Pembimbing: 1). Miftakhul Ulfa., S.Kep., Ners., M.Kep. 2). Ahmad Guntur Alfianto., S.Kep., Ners., M. Kep. </strong></p> <p><strong>Latar Belakang :</strong> Stres merupakan keadaan yang menekan diri individu disebabkan adanya ketidakseimbangan antara kemampuan yang dimiliki dengan tuntutan yang ada. Dalam berinteraksi individu harus pandai menyesuaikan diri, tetapi tidak semua individu mampu mengatasi perubahan-perubahan yang dialami, seperti ketegangan atau stres. Untuk mengatasi ketegangan dan stres tersebut perlu adanya dukungan sosial maupun keluarga agar individu merasakan kenyamanan, ketenangan, dan jauh dari ketegangan maupun stres.</p> <p><strong>Tujuan :</strong> Untuk mengetahui hubungan dukungan sosial terhadap adaptasi stres istri TNI-AD saat suaminya bertugas di daerah rawan konflik.&nbsp;</p> <p><strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em> yang dilakukan pada 50 istri TNI AD, dimana teknik pengambilan sampelnya menggunakan <em>non probability sampling.</em> Uji analisis dalam penelitian ini menggunakan uji <em>Spearman Rank.</em></p> <p><strong>Hasil :</strong> Hasil penelitian diperoleh nilai <em>p value =</em> 0.000 yang menunjukan adanya korelasi antara dukungan sosial terhadap adaptasi stress istri TNI-AD yaitu memiliki hubungan yang bermakna karena p&lt;0,05. Nilai koefisien korelasi <em>Spearman Rank</em> sebesar 0,881 menunjukan korelasi positif dengan kekuatan hubungan yang sangat kuat.</p> <p><strong>Kesimpulan : </strong>Terdapat hubungan dukungan sosial terhadap adaptasi stres istri TNI-AD saat suaminya bertugas di daerah rawan konflik.</p> <p><strong>Saran :</strong> Disarankan kepada istri-istri TNI-AD untuk saling mendukung satu sama lain untuk mengatasi stres yang dialami ketika ditinggal bertugas oleh suami.</p> Miftakhul Ulfa Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 13 20 10.33475/mhjns.v2i2.41 A ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENINGKATAN PERILAKU KESEHATAN PADA PASIEN HIPERTENSI https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/48 <p>Abstrak</p> <p><strong>Latar belakang:</strong> Hipertensi masih menjadi ancaman kesehatan serius pada masyarakat di seluruh dunia. Perilaku kesehatan pada pasien hipertensi dapat mempengaruhi pada kontrol tekanan darah seseorang, pada perilaku kesehatan seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, pengetahuan, tingkat pendidikan dan lama menderita hipertensi.<strong>Tujuan Penelitian:</strong> Menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan peningkatan perilaku kesehatan pada pasien hipertensi di Puskesmas Dinoyo Kota Malang. <strong>Metode Penelitian:</strong> Desain penelitian menggunakan cross sectional. Teknik sampling consecutive sampling sebanyak 72 responden, sesuai dengan karakteristik inklusi: pasien yang mengalami hipertensi, pasien memiliki riwayat hipertensi, berusia 20-65 tahun, pasien sadar penuh. Uji statistic chi- square, menggunakan alat ukur kuesioner HP-LP II untuk mengukur perilaku kesehatan, kuesioner HKLS untuk mengukur pengetahuan hipertensi orang dewasa. <strong>Hasil Penelitian:</strong> terdiri dari analisa univariat, dan analisa bivariat, hasil analisa univariat sebanyak 72 responden yang melakukan perilaku kesehatan kategori baik 56 responden (77,8%), termasuk dalam usia kategori dewasa menengah rentang usia 41-65 tahun 68 responden (94,4%), banyak responden yang berjenis kelamin perempuan 47 responden (65,3%), responden yang memiliki pengetahuan baik 56 responden (77,8%), responden termasuk dalam kategori pendidikan dasar 48 responden (66,7%), responden yang termasuk dalam menderita lama hipertensi kategori lama 67 responden (93,1%). Hasil analisa bivariat terdapat hubungan yang signifikan (usia, jenis kelamin dan lama menderita hipertensi) dengan peningkatan perilaku kesehatan (p-value 0,357;0,128;0,273). Terdapat hubungan yang signifikan (pengetahuan dan tingkat pendidikan) dengan peningkatan perilaku kesehatan (p-value 0,033;0,001). <strong>Kesimpulan:</strong> Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan tingkat pendidikan dengan peningkatan perilaku kesehatan, terdapat 3 variabel yang tidak ada hubungan antara usia, jenis kelamin, lama menderita hipertensi dengan peningkatan perilaku kesehatan. <strong>Saran:</strong> Dapat melakukan promosi kesehatan dengan penyuluhan tentang analisis faktor-faktor dan upaya pencegahan hipertensi yang dapat dilakukan masyarakat dan mengatur &nbsp;strategi untuk penanganan hipertensi dengan mengaktifkan kader puskesmas dengan melakukan screening sejak dini.</p> <p>&nbsp;</p> <p>&nbsp;</p> Fadhilatul Lailiyah Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 35 46 10.33475/mhjns.v2i2.48 KETEPATAN PEMILIHAN JENIS OBAT DALAM MENURUNKAN TEKANAN DARAH PASIEN HIPERTENSI DENGAN PENYAKIT PENYERTA https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/53 <p>Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu peningkatan abnormal tekanan darah dalam pembuluh darah arteri secara terus-menerus lebih dari suatu periode. Penderita hipertensi memerlukan ketepatan dalam pengobatan sehingga dapat menurunkan tekanan darahnya. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui ketepatan pemilihan jenis obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus. Metode dalam penelitian ini menggunakan <em>Survei Analitik</em> dengan menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em> pada 68 pasien hipertensi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik pendekatan <em>Purposive Sampling</em> Penelitian dilakukan pada tanggal 07-21 &nbsp;Juni 2021. Instrumen yang digunakan adalah lembar cheklist dan sphygmomanometer. Uji hipotesis yang digunakan adalah Chi-square. Hasil dari peneitian ini tekanan darah mayoritas masuk dalam kategori turun 41 responden (60,3%) dengan ketepatan pemilihan obat antihipertensi kategori tepat sebanyak 42 responden (61,8%). Hasil uji Chi square didapatkan p=0,001 sehingga dapat disimpulkan terdapat hubungan ketepatan pemilihan jenis obat antihipertensi dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus</p> majiyatulhana majiyatulhana Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 54 61 10.33475/mhjns.v2i2.53 GAMBARAN KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PENDERITA GANGGUAN BIPOLAR DI MASA PANDEMI COVID-19 https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/38 <p>Sekitar 42% dari 150 orang penderita gangguan bipolar di Indonesia mengeluhkan sulitnya mendapatkan obat yang biasa dikonsumsi saat pandemi Covid-19 dan kurangnya literasi kesehatan tentang obat yang memberikan efek yang sama dengan obat yang biasa mereka konsumsi sehingga tidak ada opsi lain jika orang dengan gangguan bipolar tidak mendapatkan obat.</p> <p>&nbsp;Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran kepatuhan minum obat pada penderita bipolar dimasa pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan kuisioner <em>Medication Adherence Rating Scale</em> (MARS). Hasil dari indikator kepatuhan obat didapatkan sebanyak 12% memiliki sipak kepatuhn obat yang tinggi dan sebanyak 88% memiliki sipak kepatuhan obat yang rendah. Didapatkan juga sikap keputusan persepsi obat tinggi sebesar 4% dan sikap keputusan persepsi obat rendah sebesar 96%. Didapatkan data persepsi efek samping obat rendah sebesar 100%. Hal ini menunjukkan rendahnya kepatuhan obat pada penderita gangguan bipolar dimasa pandemic Covid-19 ini</p> Dea Adella Febrianita Ahmad Guntur Alfianto Muntaha Muntaha Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 1 5 10.33475/mhjns.v2i2.38 HUBUNGAN PENDAMPINGAN PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN TINGKAT STRES PADA ORANG TUA SELAMA PANDEMI COVID-19. https://mhjns.widyagamahusada.ac.id/index.php/mhjns/article/view/44 <p><strong>Latar belakang:</strong> Covid-19 merupakan jenis virus baru dan penyakit menular di Indonesia. Pandemi Covid-19 memberikan dampak buruk pada masyarakat sehingga semua kegiatan dilakukan dari rumah dan semua akses pendidikan ditutup. Solusi untuk tetap melaksanakan kegiatan pembelajaran adalah dengan menggunakan metode online atau pembelajaran daring dari rumah masing-masing. Pendampingan dan pengajaran yang harus dilakukan pada kenyataannya membuat sejumlah orang tua kewalahan, terutama bagi mereka yang bekerja ataupun WFH (Work from Home) sehingga dapat meningkatkan stress pada orang tua.&nbsp; <strong>Tujuan</strong> dalam penelitian adalah untuk mengetahui hubungan pendampingan pembelajaran online dengan tingkat stres orang tua selama pandemi Covid-19 di Pakis Malang.<strong> Metode</strong> penelitian&nbsp; menggunakan jenis kuantitatif yang sifatnya deskriptif korelasional dengan pendekatan <em>cross sectional</em>, alat ukur dalam penelitian menggunakan kuesioner pendampingan pembelajaran online dan kuesioner PSS (Perceived&nbsp; Stres Scale)-14. Penelitian ini dilakukan di pakis Malang dengan sampel sebanyak 50 responden<strong>. </strong><strong>Hasil</strong>&nbsp; penelitian&nbsp; dari&nbsp; 50 responden sebanyak 19&nbsp; responden (38%)&nbsp; menunjukkan kurang dalam melakukan pendampingan pembelajaran online, sebanyak 21 responden (42%) menunjukkan cukup dalam melakukan pendampingan pembelajaran online, sebanyak 10 responden (20%) menunjukkan baik dalam melakukan pendampingan pembelajaran online. Sedangkan untuk tingkat stres orang tua di dapatkan sebanyak 6 responden (12%) mengalami stres ringan, sebanyak 14 responden (28%) mengalami&nbsp; stres sedang, sebanyak 30 responden (60%) mengalami&nbsp; stres berat.</p> <p>Berdasarkan hasil dalam penelitian ini didapatkan p-value 0,000 (di bawah 0,05) sehingga dapat dibuktikan bahwa H1 dalam penelitian ini diterima atau signifikan antara pendampingan pembelajaran online dengan tingkat stres orang tua selama pandemi Covid-19. Besar&nbsp; nilai kolerasi antara pendampingan pembelajaran online dengan tingkat stres orang tua di masa pandemi Covid-19 di Pakis Malang sebesar -0,548 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara kedua variabel yang&nbsp; berkolerasi kuat. <strong>Kesimpulan</strong> dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara pendampingan pembelajaran online dengan tingkat stres orang tua selama pandemi Covid-19 di Pakis Malang.</p> <p>&nbsp;</p> Noer Sizeh Copyright (c) 2021 Media Husada Journal Of Nursing Science 2021-07-25 2021-07-25 2 2 21 27 10.33475/mhjns.v2i2.44