Pengaruh Spiritual Coping Menggunakan Metode Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien GGK Yang Menjalani Hemodialisis

Authors

  • Melany Zulistyoningrum

DOI:

https://doi.org/10.33475/mhjns.v7i2.944

Keywords:

Dzikir;Spiritual coping;Kecemasan

Abstract

Chronic Kidney Disease (CKD) is a progressive disease that requires routine hemodialysis therapy, and this condition often triggers anxiety in patients due to the physical and psychological pressure they experience. One approach to overcoming anxiety is spiritual coping, particularly through the method of dzikir. This study aims to determine the effect of Spiritual Coping using the dzikir method on anxiety levels in CKD patients undergoing hemodialysis at the Cut Nyak Dien Room of Dr. Saiful Anwar Regional General Hospital, East Java Province. This study used a pre-experimental design with a pre-test and post-test one-group design. The population consisted of 105 patients, with a sample of 83 respondents selected through purposive sampling. The research instrument used the Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) questionnaire, which consisted of 20 statement items, with data analysis using the Wilcoxon Signed Ranks Test. The results showed that before the intervention, most respondents experienced moderate anxiety (59.0%), while after the intervention, the majority experienced mild anxiety (60.2%). The Wilcoxon test results showed a Z value of -6.604 and a p-value of 0.000 (p < 0.05), which means that there was a statistically significant effect. This proves that the dzikir method as a Spiritual Coping intervention is effective in reducing anxiety levels in CKD patients. These findings are in line with Spiritual Coping theory, which states that strengthening one's relationship with God can provide inner peace, hope, and meaning in dealing with chronic illness.

Gagal Ginjal Kronis (GGK) merupakan penyakit progresif yang membutuhkan terapi hemodialisis secara rutin, dan kondisi ini seringkali memicu kecemasan pada pasien akibat tekanan fisik maupun psikologis yang dialami. Salah satu pendekatan untuk mengatasi kecemasan adalah dengan spiritual coping, khususnya melalui metode dzikir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Spiritual Coping menggunakan metode dzikir terhadap tingkat kecemasan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis di Ruang Cut Nyak Dien RSUD Dr. Saiful Anwar Provinsi Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan pre-test and post-test one group design. Populasi berjumlah 105 pasien, dengan sampel sebanyak 83 responden yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner Zung Self-Rating Anxiety Scale (SAS) yang terdiri dari 20 item pernyataan, dengan analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum intervensi, sebagian besar responden mengalami kecemasan sedang (59,0%), sedangkan setelah intervensi mayoritas mengalami kecemasan ringan (60,2%). Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -6,604 dan p-value = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik. Hal ini membuktikan bahwa metode dzikir sebagai intervensi Spiritual Coping efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan pada pasien GGK. Temuan ini sejalan dengan teori coping spiritual yang menyebutkan bahwa penguatan hubungan dengan Tuhan dapat memberikan ketenangan batin, harapan, dan makna dalam menghadapi penyakit kronis

Downloads

Published

2026-07-17

How to Cite

Zulistyoningrum, M. (2026). Pengaruh Spiritual Coping Menggunakan Metode Dzikir Terhadap Tingkat Kecemasan Pasien GGK Yang Menjalani Hemodialisis. Media Husada Journal Of Nursing Science, 7(2), 106-112. https://doi.org/10.33475/mhjns.v7i2.944

Issue

Section

Articles