Pengaruh Irigasi Dengan Rebusan Daun Sirih Merah (Piper Crocatum) Pada Luka Ulkus Diabetikum
DOI:
https://doi.org/10.33475/mhjns.v7i1.927Keywords:
Diabetic ulcers, irrigation, red betel leaf decoction, wound repair .Abstract
Abstract
Background: Diabetic ulcers are a complication of diabetes that causes hard-to-heal wounds on the feet. Betel leaf contains antibacterial and anti-inflammatory ingredients that have the potential to accelerate wound healing.
Objective: This study aims to test the effect of irrigation with red betel leaf decoction on diabetic ulcers.
Methods: Quasi-experimental study with 14 patients in Rumah Perawatan Luka Diabetik of Malang City, divided into intervention (red betel leaf irrigation + Modern Dressing treatment) and control (NaCl irrigation + Modern Dressing treatment) groups. Wound evaluation using Bates-Jensen before and after intervention.
Results: Wound scores were significantly reduced in the intervention group from 29.29 to 19.57, (p=0.000) and control from 30.71 to 22.86, (p=0.022). The post-intervention difference was not statistically significant (p=0.324), but the intervention group indicated a greater clinical reduction.
Conclusion: Irrigation with red betel leaf decoction effectively improves diabetic ulcers and is clinically equivalent to NaCl irrigation plus modern treatments, potentially as an effective therapeutic alternative.
Abstrak
Latar Belakang: Ulkus diabetikum adalah komplikasi diabetes yang menyebabkan luka sulit sembuh pada kaki. Daun sirih merah mengandung bahan antibakteri dan antiinflamasi yang berpotensi mempercepat penyembuhan luka.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan menguji pengaruh irigasi dengan rebusan daun sirih merah pada luka ulkus diabetikum.
Metode: Penelitian kuasi-eksperimental dengan 14 pasien di Rumah Perawatan Luka Diabetik Kota Malang, dibagi menjadi kelompok intervensi (irigasi daun sirih merah + perawatan Modern Dressing) dan kontrol (irigasi NaCl + perawatan Modern Dressing). Evaluasi luka menggunakan Bates-Jensen sebelum dan sesudah intervensi.
Hasil: Skor luka berkurang signifikan pada kelompok intervensi 29,29 ke 19,57, (p=0,000) dan kontrol dari 30,71 ke 22,86 (p=0,022). Perbedaan post-intervensi tidak signifikan secara statistik (p=0,324), tetapi kelompok intervensi menunjukkan penurunan klinis lebih besar.
Kesimpulan: Irigasi dengan rebusan daun sirih merah efektif memperbaiki luka ulkus diabetikum dan setara secara klinis dengan irigasi NaCl plus perawatan modern, berpotensi sebagai alternatif terapi efektif.




