GAMBARAN PENERAPAN UNIVERSAL PRECAUTION PERAWAT BEDAH DIKAMAR OPERASI RSUD HAJI ABDOEL MADJID BATOE MUARA BULIAN
DOI:
https://doi.org/10.33475/mhjns.v6i1.219Keywords:
Pengetahuan, Kepatuhan, SaranaAbstract
Penggunaan Universal Precaution belum semua perawat kamar Operasi menggunakan sesuai SOP, dampak tidak menggunakan Universal Percaution sesuai SOP dapat menyebabkan penularan suatu penyakit atau terkena benda tajam. Tujuan Penelitian ini untuk mendapatkan gambaran penerapan Universal precaution di kamar operasi RSUD Haji Abdoel Madjid Batoe Muara Bulian. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dengan menggunakan Kuisioner dan Observasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan secara umum penerapan Universal Precaution perawat dikamar operasi dengan hasil pengetahuan Baik yaitu sebanyak 35 (85%)orang. Sedangkan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 5 (12,5%) orang. Diketahui bahwa Kepatuhan Penerapan universal precaution baik yaitu sebanyak 27 (67,5%) orang. Sedangkan yang tidak patuh yaitu sebanyak 13 (32,5%) orang. Tindakan belum sesuai SOP. Dan penggunaan sarana dikatakan lengakap yaitu (90%). Kesehatan dan keselamatan kerja yang memungkinkan pelaksanaan berjalan lancar dan mengurangi risiko infeksi nosokomial. Pemakaian Alat Pelindung Diri lengkap dalam Penerapan Universal Precaution dapat melindungi perawat di kamar operasi dari infeksi nasokimial. Diharapkan manajerial rumah sakit dapat memberi pelatihan tentang Universal Precaution.