HUBUNGAN BURNOUT SYNDROME DENGAN KUALITAS KEHIDUPAN KERJA PERAWAT

Authors

  • Regita Cahyani .

DOI:

https://doi.org/10.33475/mhjns.v4i3.158

Abstract

Rumah sakit perlu mengembangkan dan meningkatkan kualitas sumber daya perawat dalam meningkatkan suatu kualitas pelayanan karena perawat sering berinteraksi dengan pasien. Burnout syndrome adalah kondisi stres kronis yang diakibatkan oleh kelelahan akibat pekerjaan yang berada di tempat kerja. Apabila tidak mendapatkan penanganan yang baik dan mekanisme koping yang tidak adaptif, burnout syndrome yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas kehidupan kerja perawat. Tujuannya untuk mengetahui hubungan burnout syndrome dengan kualitas kehidupan kerja perawat. Metode penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling sebanyak 78 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Burnout Syndrome dan Kualitas Kehidupan Kerja Perawat. Pengolahan data secara statistik menggunakan Uji Korelasi Somers. Hasil penelitian dari 78 responden didapatkan bahwa dari 35 responden (44,9%) mengalami burnout syndrome tinggi dan mengalami kualitas kehidupan kerja kurang  yaitu 34 responden (43,6%). Dari uji hasil korelasi Sommers’D antara Burnout Syndrome dengan kualitas kehidupan kerja perawat didapatkan nilai p= 0,00 yang signifikan dan koefisien korelasi r= -0,69. Semakin tinggi nilai Burnout Syndrome maka semakin rendah kualitas kehidupan kerja perawat. Terdapat hubungan yang sangat kuat antara burnout syndrome dengan kualitas kehidupan kerja perawat.

Kata Kunci:  Burnout Syndrome, Kualitas Kehidupan Kerja Perawat

 

Downloads

Published

2023-11-29

Issue

Section

Articles